Jurnalispost.com - Dalam memilih lem keramik homogeneous tile Anda harus cermat. Sebab jenis penutup lantai ini memiliki karakteristik ukuran, bobot, dan tingkat kepadatan yang jauh berbeda dibandingkan dengan keramik biasa.
Proses pemasangannya sama sekali tidak bisa disamakan dengan ubin tanah liat konvensional. Menggunakan metode asal-asalan tanpa memperhitungkan faktor fisik ubin, maka hanya akan menyebabkan kegagalan struktur lantai yang merugikan waktu dan biaya.
Karakteristik Homogeneous Tile
Sebelum memulai proses instalasi, penting bagi pemilik rumah maupun tukang bangunan untuk mengenali sifat dasar dari ubin homogen ini. Apa saja karakteristiknya:
Ukuran Lebih Besar
Berbeda dengan keramik biasa yang umumnya berukuran kecil, ubin homogen diproduksi dalam dimensi besar (mulai dari 60x60 cm, 80x80 cm, hingga ukuran slab raksasa).
Ukuran besar ini membutuhkan kerataan substrat yang sempurna agar tidak mudah patah.
Permukaan Lebih Padat
Melalui proses pembakaran bersuhu di atas 1.200 derajat Celcius, ubin ini memiliki pori-pori yang sangat rapat atau bahkan hampir tidak ada.
Hal ini membuatnya memiliki daya serap air yang sangat rendah (kurang dari 0,5%), sehingga tidak bisa merekat jika hanya menggunakan adukan semen pasir biasa.
Memiliki Bobot Lebih Berat
Kepadatan material yang tinggi berbanding lurus dengan berat fisiknya. Bobotnya yang tebal dan berat memerlukan material penopang yang memiliki kekuatan mekanis tinggi agar ubin tidak bergeser atau merosot saat diaplikasikan.
Banyak Digunakan pada Area Modern
Karena tampilannya yang menyerupai marmer alam dengan ketahanan gores yang unggul, ubin homogen menjadi standar utama pada lantai dan dinding gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, hingga hunian kelas menengah ke atas.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Pemasangan
Berikut beberapa kesalahan fatal yang paling sering dijumpai untuk pemasangan keramik ini:
Permukaan Dasar Tidak Rata
Memasang ubin besar di atas permukaan plesteran atau screed yang bergelombang adalah kesalahan pertama. Sedikit saja ada area cekung, maka akan tercipta rongga udara di bawah ubin yang membuatnya rentan pecah saat menerima beban berat.
Perekat Tidak Sesuai
Menggunakan adukan konvensional berupa campuran semen hitam dan pasir adalah kesalahan terbesar berikutnya. Sebab, semen pasir biasa mengandalkan penyerapan air ke dalam pori ubin untuk saling mengunci.
Ubin homogen tidak berpori, sehingga ubin tidak akan mengikat dan pasti akan terlepas dalam hitungan bulan.
Teknik Double Layer Tidak Digunakan
Banyak tukang hanya mengoleskan mortar perekat pada permukaan lantai dasar saja. Untuk ubin besar dan berat, wajib menerapkan teknik double buttering (mengoleskan mortar tipis pada lantai sekaligus pada bagian belakang ubin).
Tujuannya untuk memastikan area kontak perekat terisi penuh 100% tanpa celah kosong.
Pemotongan Kurang Presisi
Ubin homogen memiliki tingkat kekerasan yang menyerupai batu alam. Memotongnya menggunakan alat manual biasa sering kali menghasilkan tepian yang gompal atau retak.
Dibutuhkan mesin potong elektrik (tile cutter) berbasis air untuk mendapatkan potongan sudut yang tajam dan rapi.
Nat Terlalu Sempit
Memaksakan pemasangan ubin tanpa celah nat (zero joint) dengan alasan estetika sangat tidak direkomendasikan. Setiap bangunan mengalami muai susut dan pergerakan mikro.
Tanpa celah nat yang ideal (minimal 2-3 mm), ubin yang saling berhimpitan akan saling menekan hingga hancur.
Risiko Jika Pemasangan Tidak Tepat
Apabila Anda memasangnya tidak tepat, maka bisa terjadi hal berikut:
Keramik Mudah Kopong
Rongga udara yang terjebak akibat pengolesan perekat yang tidak merata akan membuat ubin berbunyi nyaring (kopong) saat diinjak, menandakan tidak adanya ikatan di bawahnya.
Sudut Keramik Mudah Retak
Bagian sudut ubin yang menggantung tanpa topangan mortar perekat di bawahnya akan sangat rapuh dan langsung pecah saat menerima diinjak.
Permukaan Tidak Presisi (Lipping)
Leveling yang buruk mengakibatkan permukaan antar-ubin menjadi tidak sejajar atau tinggi sebelah.
Keramik Bisa Terangkat (Popping)
Ketika lantai memuai akibat cuaca panas namun tidak ada ruang nat yang cukup dan daya rekat semen lemah, ubin-ubin tersebut akan terangkat secara ekstrem atau pecah.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Instalasi
Beberapa prosedur yang sebaiknya Anda perhatikan sebelum melakukan pemasangan di antaranya:
Kondisi Permukaan Harus Stabil
Pastikan lapisan screed plesteran lantai dasar sudah berumur matang (kering sempurna) dan memiliki kekuatan struktural yang stabil. Permukaan tidak boleh membal, retak-retak, atau mengalami penurunan fondasi.
Pemilihan Perekat Sesuai Ukuran Keramik
Gunakan mortar instan khusus yang memiliki kandungan polimer tinggi. Memilih jenis perekat homogenous tile yang dirancang khusus untuk ubin berat sangat krusial agar mampu menahan beban geser dan memberikan daya cengkeram kimiawi yang kuat.
Area Harus Bersih dari Debu
Bersihkan seluruh permukaan lantai dasar serta bagian belakang ubin dari debu, sisa lumpur, minyak, atau kotoran proyek lainnya. Keberadaan lapisan debu mika akan menghalangi kontak langsung antara mortar perekat dengan substrat.
Menggunakan Teknik Pemasangan yang Tepat
Gunakan sendok semen bertekstur gerigi (notched trowel) saat meratakan mortar perekat. Penggunaan ridge trowel ini menjamin ketebalan perekat menjadi seragam serta memudahkan udara keluar saat ubin diketok menggunakan palu karet.
Perekat Homogenous Tile dari Sika
Pemasangan ubin homogen membutuhkan keahlian dan perekat khusus. Memilih komponen yang salah sejak awal hanya akan berujung pada pembongkaran lantai yang memakan biaya besar.
Oleh karena itu, investasi pada perekat homogenous tile berkualitas adalah kunci utama untuk lantai yang kokoh dan indah.
Guna menjawab kebutuhan pemasangan ubin homogen secara sempurna, Sika menghadirkan SikaCeram®-150 CA TileFix.
Produk ini adalah mortar instan satu komponen siap pakai dengan modifikasi polimer khusus yang dirancang sebagai solusi andal untuk merekatkan ubin, marmer, granit, hingga batu alam tanpa risiko terlepas.
Daya rekatnya sangat baik dan cocok untuk aplikasi pada lantai dan area kering. Mudah digunakan dan diaplikasikan, hanya menambahkan air.
Sika sudah memiliki pengalaman selama 115 tahun dan sudah handle project global. Misalnya di Indonesia yang telah menyelesaikan proyek Solusi Finishing di Vihara AMURWA BHUMI GRAHA.
Ada pula proyek Internasional yang berhasil diselesaikan yakni Terminal Kapal Pesiar Baru. Sika juga yang pertama kali mencetuskan waterproofing semen di Indonesia.
Dapatkan lem keramik homogenous tile dari SikaCeram®-150 CA TileFix di Official Shopee Sika. Anda juga bisa cek berbagai produk menarik lainnya di website Sika Indonesia.